Saban Kali Ku Lihat Mereka

Itu gelandangan, berkelintaran mereka cari makan,
telah merayau mereka mencari kepastian, yang jika di raba-raba sekalipun itu mustahil!
di mata mereka terkadang hidup hanya bencana, kadang juga dahaga, hahaha.

Bahagia? boleh juga, asal ada makan,
oh, dan juga, minum! Tempat rehat setelah mencoang-coang, boleh juga.
Tidak, tidak, bukan tempat tinggal. 
Mereka juga tahu diri, gelandangan mana yang punya tempat tinggal?

Kalau punya tempat tinggal, setidaknya mereka ganti nama jadi pengemis,
tapi sama saja rasanya, masih perlu merayau dan mencoang-coang cari kepastian yang namanya uang, di hidup mereka tidak ada kepastian, sebagian lagi rangkap dua jadi kesepian, hari ini seribu, besoknya syukur-syukur dapat sepuluh ribu.

Kalau kemaren hanya abu-abu, ya mau bagaimana? Paling cacing perut merana, diberi makan doa saja.
Kalau haus, tenggorokan di beri minum asa dan fatamorgana,
syukur-syukur ada orang iba, siapa tau hari ini mereka makan ikan balada.

Ah, surga dunia.









Komentar

Postingan Populer