Aku Ini Untuk Apa Sih Hidup Di Dunia?

Maaf lancang membaca sendumu. 
Kenyataannya kian kesana, 
kian pedih pula rupanya. 

Maaf aku memaksa paham,
Padahal aku juga masih cacat.

Maaf jika aku tak pernah bertanya,
'Lukamu sudah sembuh sampai mana?'

Tapi aku dan kamu sama, 
Sama-sama berandai,
Sama-sama menenggelamkan diri,
Sama-sama mengadu imajinasi.

Sekali lagi, 
Tapi aku dan kamu sama,
Sama-sama ingin dibawa menghilang,
Kemana saja asal bahagia.

Karena sejatinya aku dan kamu hanyalah tinggal yang tersisa karena sesuatu. 

Komentar

Postingan Populer