Haha Hihi, Angkasaraya
Aku terlalu letih membual bulana pada angkasaraya, karena kenyataannya angkasaraya menyerah mendengarkan. Hari ini banyak yang kubicarakan, tapi ketika lusa aku bungkam, enggan kukatakan.
Hati acap berucap jangan membual lagi, sebab yang kudapat hanya tandas belaka, aku sesak di dada, namun itu hal biasa. Aku berpacu pada asa yang hampir kujumpa luka lebar menganga dengan ujung tombak putus asa.
Tapi hampir, belum berjumpa, aku telah bersyukur diatas angkasaraya masih diberi kesempatan berdoa dan pura-pura bahagia, walau kadang kenyataannya benar aku bahagia.
Bersukacita karena menjadi salah satu penciptaan Tuhan paling tipu dusta, sungguh akan malu jika aku jadi satu-satunya.
Komentar
Posting Komentar